Selamat Datang di Website Resmi KOHANUDNAS Labda Prakasa Nirwikara KOHANUDNAS SIAGA SENANTIASA SELAMAT BERTUGAS DAN TETAP SEMANGAT MENJAGA NKRI

“Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa jika memang mau berjuang.”

by Jendral Sudirman

“Kelemahan terbesar kita adalah menyerah. Cara paling pasti untuk dapat meraih kesuksesan adalah dengan selalu mencoba sekali lagi.”

by Thomas A Edison

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

by Panglima TNI Jendral Moeldoko

In order to succeed you must fail, so that you know what not to do the next time. Agar bisa berhasil, terkadang Anda musti gagal dulu, sehingga Anda tahu apa yang tidak boleh dilakukan di waktu berikutnya.

by Anthony J. D’Angelo

Pengunjung Aktif : 34

Pengunjung Hari Ini : 216

Profil Satuan
PROFIL KOHANUDNAS 15 Agustus 2013

Komando Pertahanan Udara Nasional disingkat Kohanudnas adalah Komando Gabungan Khusus yang merupakan Kotama Utama Operasi TNI dengan komponen TNI AU sebagai kekuatan inti, diperkuat dan dibantu oleh unsur-unsur kekuatan Angkatan lain.  Kohanudnas juga merupakan Komando Utama Pembinaan TNI AU  yang berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI dalam bidang pembinaan kesiagaan operasi dan pelaksanaan Operasi Pertahanan Udara, di wilayah udara nasional , dan Kasau dalam bidang pelaksanaan pembinaan administrasi dan kesiapan unsur TNI AU untuk operasi Hanud. 

Selaku Kotama Operasional TNI, Kohanudnas bertugas menyelenggarakan upaya pertahanan keamanan atas wilayah udara nasional secara mandiri ataupun bekerja sama dengan Komando Utama Operasional  lainnya dalam rangka mewujudkan  kedaulatan dan keutuhan serta kepentingan lain dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menyelenggarakan pembinaan administrasi dan kesiapan operasi unsur-unsur Hanud TNI AU  dan melaksanakan siaga operasi untuk unsur-unsur Hanud dalam jajarannya dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.  

Sebagai penyelenggara upaya pertahanan terpadu atas wilayah udara nasional,  Kohanudnas mempunyai fungsi utama yaitu pertempuran, pembinaan kekuatan, pembinaan potensi pertahanan udara dan administrasi. Fungsi organik militer yaitu intelijen, operasi pertahanan udara, personel, komunikasi dan elektronika, logistik.  Fungsi organik pembinaan yaitu penelitian dan pengembangan, perencanaan, pengorganisasian, pengawasan dan pemeriksaan.   Sedangkan fungsi teknisnya melakukan penyelidikan, pengamanan, penggalangan, tempur udara, patroli udara tempur /CAP (Combat Air Patrol), perlindungan udara,perang elektronika, penggunaan system senjata, pengembangan operasi, keselamatan terbang dan kerja, rencana dukungan personel operasi, rencana dan pengendalian personel,rencana pendidikan personel, perwatan personel, pembinaan kesehatan, pembinaan materiil, pembinaan fasilitas dan instalasi, pembinaan komunikasi dan elektronika, organisasi manajemen, pengembangan system, pembinaan hukum, pembinaan keuangan, administrasi umum, pembinaan markas. Fungsi khususnya yaitu penerangan dan informasi pengumpulan dan pengolahan data.

 Organisasi  Operasi Hanud diselenggarakan sebagai berikut:

-  Komando  Pertahanan  Udara  Nasional.  Sebagai Komando utama operasional TNI, Kohanudnas menyelenggarakan upaya pertahanan dan keamanan terpadu atas wilayah udara nasional secara mandiri ataupun bekerjasama dengan Komando Utama Operasional TNI lainnya  dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan keutuhan serta kepentingan lain dari negara kesatuan RI.  Komando Pertahanan Udara Nasional dipimpin oleh seorang Panglima yang bertanggung jawab kepada Panglima TNI dalam menyelenggarakan operasi pertahanan udara.

- Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional.   Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional merupakan Komando pelaksana operasi pertahanan udara yang dipimpin oleh seorang Panglima dan bertanggung jawab kepada Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas).

-  Unsur-unsur  Pelaksana.  Unsur-unsur  pelaksana  kegiatan  operasi pertahanan udara masing-masing dipimpin oleh seorang Komandan Unsur yang bertanggung jawab kepada Pangkosekhanudnas.   Unsur-unsur pelaksana kegiatan operasi pertahanan udara dengan fungsinya adalah sebagai berikut:

 -  Unsur Pesawat Tempur Sergap.  Unsur ini melaksanakan identifikasi visual dan penindakan terhadap sasaran udara dan  digelar di pangkalan induk atau pangkalan operasi.  

 - Unsur  Pesawat  Penyergap  Low  Speed.   Unsur ini melaksanakan  identifikasi visual dan penindakan terhadap sasaran udara,  yang digelar di pangkalan induk atau pangkalan operasi.

 - Unsur Radar. Unsur ini melaksanakan pengamatan udara untuk mendeteksi sasaran udara.  Khusus Radar GCI  melaksanakan  pengendalian pesawat  penyergap dalam pelaksanaan deteksi,  identifikasi,  dan  penindakan  terhadap  sasaran udara.        Ada tiga Radar yang digelar yaitu         Early Warning Radar (EW) digelar di wilayah terluar  saling melingkup (overlap) dengan Radar yang lain untuk mendeteksi sedini mungkin datangnya ancaman.           Ground Control Intercept Radar (GCI) digelar untuk mampu mendeteksi sasaran dan mengendalikan pesawat tempur sergap dalam pelaksanaan operasi pertahanan udara. Dan Airborne Radar digelar untuk menutupi celah yang tidak terliput (gap) oleh Radar lain dan dapat berfungsi pula sebagai EW dan GCI.   

-  Unsur Peluru Kendali (Jarak Sedang). Unsur peluru kendali melaksanakan pertahanan udara terminal, digelar pada lokasi tertentu sesuai dengan kemampuan peluru kendali untuk menanggulangi setiap sasaran udara yang mengancam dan  sedapat mungkin  melindungi atau menangkis serangan udara dari segala arah.  

 -  Unsur Arteleri Pertahanan Udara.  Unsur arteleri pertahanan udara terdiri dari unsur peluru kendali taktis dan meriam pertahanan udara melaksanakan pertahanan udara titik dalam mengamankan obyek vital nasional.  Peluru kendali taktis dan meriam pertahanan udara  digelar untuk melindungi suatu obyek vital nasional terhadap setiap serangan udara.  Penggelaran sedapat mungkin melingkar dan dapat saling membantu untuk menghadapi serangan udara lawan dari segala arah.  Perlindungan obyek vital nasional yang ukuran dan bentuknya tidak memungkinkan penggunaan gelar lingkar digunakan gelar tikar. Obyek vital nasional yang tidak mungkin dilindungi dengan gelar lingkar dan gelar tikar digunakan gelar tangkis.

- Unsur Kapal Republik Indonesia (KRI). Unsur KRI berkemampuan pertahanan udara berfungsi sebagai gap filler radar membantu  melaksanakan pengawasan udara dan pertahanan udara titik.  KRI ini  digelar  pada  suatu  lokasi  untuk memperkuat perlindungan  suatu obyek vital nasional terhadap serangan udara.

- Unsur Military Civil Coordination. Unsur MCC  membantu melaksanakan pengamatan udara  dan pengaturan lalu lintas udara dalam rangka mendukung operasi pertahanan udara.  Military civil coordination digelar di bandara yang mempunyai Radar penerbangan sipil dan berfungsi untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan penerbangan.  

 -  Unsur Pertahanan Udara Pasif.  Melaksanakan upaya pencegahan dan pengurangan efektifitas serangan udara lawan terhadap obyek vital nasional serta penanggulangan dan pengurangan kerugian akibat serangan tersebut.

 -  Unsur  Pangkalan Udara.  Melaksanakan dukungan dan penanganan  operasi pertahanan udara sesuai wewenang dan tanggung jawabnya.

 Pangkohanudnas dalam mengendalikan operasi menggunakan sistem Komando, Kendali, Komunikasi dan Informasi (K3-I) yang merupakan sarana Kodal yang mampu untuk mewujudkan kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan.  Wewenang dan tanggung jawab dari pemegang komando dan pengendalian operasi pertahanan udara nasional sebagai berikut  :

*  Pangkohanudnas

 -   Memegang komando dan pengendalian operasi pertahanan udara  serta bertanggung jawab kepada Panglima TNI.

 -   Dapat melimpahkan wewenangnya kepada Pangkosekhanudnas sesuai wilayah tanggung jawabnya.

 -  Menentukan tingkat siaga dan waspada pertahanan udara.

 -  Mengalokasikan sistem senjata pertahanan udara ke Kosekhanudnas.

 -   Mengadakan koordinasi ke Mabes TNI, Kotama operasi TNI lainnya serta instansi sipil, tentang hal-hal yang berkaitan dengan operasi pertahanan udara.

       *  Pangkosekhanudnas  

  -  Melaksanakan pengendalian operasi pertahanan udara di wilayah tanggung jawabnya dan bertanggung jawab kepada Pangkohanudnas.

 -   Menentukan tingkat siap tempur unsur-unsur pertahanan udara.

 -   Berkoordinasi dengan Kosekhanudnas lainnya serta Komando/instansi lain yang berada di wilayah operasinya.

 -   Dapat menaikkan tingkat waspada satu tingkat lebih tinggi dari tingkat waspada yang telah ditetapkan Pangkohanudnas.

 -   Memerintahkan “Tunda Tembakan” kepada Komandan unsur Arhanud/KRI karena adanya pesawat sendiri/kawan yang melintas di atas daerah tembakan unsur tersebut dan memerintahkan “Tunda Tembakan Habis” apabila pesawat sendiri/kawan telah melintas di atas daerah tembakan unsur tersebut.

-   Memberikan peringatan tanda bahaya kepada unsur pertahanan udara pasif.

 · Komandan Unsur Pesawat Tempur Sergap. Komandan unsur pesawat tempur sergap dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Pangkosekhanudnas atas kesiapsiagaan unsur pesawat penyergap low speed.

 ·   Komandan Unsur Pesawat Penyergap Low Speed. Komandan unsur pesawat penyergap low speed dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Pangkosekhanudnas atas kesiapsiagaan unsur pesawat penyergap low speed.

 ·   Komandan  Unsur  Radar.   Komandan  unsur  Radar  bertanggung  jawab kepada Pangkosekhanudnas atas kesiapsiagaan unsur Radar dalam rangka pelaksanaan deteksi dan penuntunan pesawat penyergap.

 ·  Komandan Unsur Peluru Kendali (Rudal).  Komandan unsur Rudal bertanggung jawab kepada Pangkosekhanudnas atas kesiapsiagaan unsur Rudal dalam rangka pertahanan udara terminal.

 ·   Komandan Unsur Arteleri Pertahanan Udara (Arhanud).  Komandan unsur Arhanud bertanggung jawab kepada Pangkosekhanudnas atas kesiapsiagaan unsur meriam pertahanan udara/rudal taktis dalam rangka pertahanan udara titik.

 ·     Komandan Unsur Kapal Republik Indonesia (KRI). Komandan unsur KRI bertanggung jawab kepada Pangkosekhanudnas atas kesiapsiagaan Radar dan sistem senjata pertahanan udara/peluru kendali taktis yang dimilikinya dalam rangka melaksanakan operasi pertahanan udara.

·       Komandan Unsur Pangkalan Udara.  Komandan unsur pangkalan udara bertanggung jawab Kepada Pangkosekhanudnas atas kesiapsiagaan unsur pangkalan udara dalam mendukung operasi pertahanan udara serta keamanan dan keselamatan terbang dan kerja.  

 ·   Komandan Unsur Pos Pengamat Udara.  Komandan unsur pos pengamat udara (matud) bertanggung jawab kepada Pangkosekhanudnas atas kesiapsiagaan personel dalam rangka pengamatan sasaran udara.

 ·   Komandan Unsur Military Civil Coordination (MCC).  Komandan unsur MCC bertanggung jawab kepada Pangkosekhanudnas atas pelaksanaan pengawasan udara dan pengaturan lalu lintas udara serta keselamatan penerbangan.

 ·       Komandan Unsur Pertahanan Udara Pasif.  Komandan unsur pertahanan udara pasif bertanggung jawab kepada Pangkosekhanudnas atas kesiapsiagaan unsur pertahanan udara dalam rangka operasi pertahanan udara pasif. 

        Sarana komando dan pengendalian operasi pertahanan udara terdiri dari Popunas sebagai sarana komando dan pengendalian Pangkohanudnas, Posekhanudnas sebagai sarana komando dan pengendalian Pangkosekhanudnas dan Posko-posko unsur adalah sarana komando dan pengendalian komandan-komandan unsur. Untuk struktur komando dan pengendalian operasi pertahanan udara disusun tiga tingkat yaitu Popunas,  Posekhanudnas, dan Posko Unsur.   Posko unsur mengandung pengertian bahwa sistem senjata dari unsur melekat pada pos komando tersebut.   Komando pengendalian  operasi pertahanan udara diselenggarakan sebagai berikut:

-  Komando operasi pertahanan udara  berada di tangan Pangkohanudnas yang berkedudukan di Popunas.  

-  Kendali operasi pertahanan udara dilimpahkan kepada Pangkosekhanudnas sesuai dengan wilayah tanggung jawabnya

-  Bila sarana komando dan pengendalian Pangkohanudnas yaitu Popunas tidak berfungsi maka wewenang komando dan pengendalian dilimpahkan kepada Pangkosekhanudnas sesuai dengan wilayah tanggung jawabnya.

-  Bila sarana komando dan pengendalian Pangkosekhanudnas tidak berfungsi maka wewenang komando dan pengendalian dilimpahkan kepada salah satu Komandan Unsur Radar GCI.

-  Bila sarana komunikasi satuan Radar ke unsur tidak dapat berfungsi, wewenang komando dan pengendalian diserahkan kepada Komandan unsur masing-masing.  

Ketentuan Wilayah Udara

         Pangkohanudnas membentuk Air Defence Identification Zone (ADIZ) dan Restricted dan Prohibited Area (daerah terbatas dan terlarang),  dengan mempertimbangkan sistem  dan kemampuan unsur-unsur pertahanan udara, yang kemudian disyahkan oleh Panglima TNI.   ADIZ dan Restricted dan Prohibited Area ini kemudian diumumkan ke dunia penerbangan melalui notice to Airman (Notam).  Setiap penerbangan asing yang  memasuki atau keluar dari ADIZ harus mematuhi prosedur pelaporan.   Ada tiga ketentuan melewati ADIZ yaitu :

·     Seawal mungkin  sebelum memasuki ADIZ, ATC melaporkan posisi dan  identitas pesawat ke Posekhanudnas melalui MCC.

·    Sebelum memasuki ADIZ, ATC memberikan teguran/peringatan terhadap pesawat tersebut dan melaporkan hasilnya ke Posekhanudnas melalui MCC.

·   Bila teguran tidak direspon, Pangkosekhanudnas memerintahkan scramble unsur tempur sergap untuk identifikasi dan penindakan terhadap pelanggar tersebut.

Sedangkan memasuki atau keluar Restricted dan Prohibited Area (daerah terbatas dan terlarang).   Ada empat ketentuan yaitu :

-  Setiap penerbangan dibatasi untuk memasuki restricted area dan dilarang untuk memasuki prohibited area, kecuali yang telah memiliki ijin resmi dari pemerintah.

-  ATC setempat harus melarang setiap penerbangan yang ingin atau diperkirakan akan memasuki  restricted atau prohibited area dan harus segera melaporkannya ke Popunas/Posekhanudnas melalui MCC. Bagi penerbangan yang telah mendapat izin khusus, selambat-lambatnya 5 menit sebelum memasuki restricted/prohibited area, harus melaporkan  posisi  dan identitasnya kepada ATC setempat.

-    Atas dasar laporan tersebut, ATC melaporkan ke Popunas/Posekhanudnas.

Bila ada pelanggaran atas ketentuan di atas, maka ATC memberikan tegoran terhadap pesawat tersebut dan melaporkan hasilnya ke Popunas/Posekhanudnas.  Pangkosekhanudnas dapat memerintahkan terhadap unsur pertahanan udara dibawahnya untuk melaksanakan penindakan.   Pesawat pelanggar tersebut juga akan di kenakan proses hukum yang berlaku

Operasi Kohanudnas

 Kohanudnas melaksanakan pengamanan terhadap obyek vital Nasional dalam rangka mewujudkan kedaulatan, keutuhan dan kepentingan lain dari Negara Kesatuan RI.   Untuk dapat mewujudkan kegiatan  tersebut, Kohanudnas melaksanakan  operasi Hanud secara terus-menerus di seluruh wilayah udara nasional oleh unsur-unsur yang berkemampuan Hanud. Operasi-operasi yang dilaksanakan Kohanudnas yaitu :

  • Operasi Hanud Tangkis Petir.   Operasi yang dilaksanakan Kosekhanudnas I, II,III, IV ini  untuk mencegah dan menangkal secara dini setiap bentuk ancaman udara yang mengancam wilayah kedaulatan nasional.  Pelaksanaan operasi ini  sepanjang tahun, dan titik berat operasi ini adalah radar-radar yang digelar di wilayah Kosekhanudnas I,II, III dan IV.  Unsur pesawat Tempur Sergap, siaga di pangkalan induk yang sewaktu-waktu dapat digerakkan untuk menindak setiap ancaman. Sedangkan unsur rudal, meriam hanud, siaga operasi di tempat gelar masing-masing dan KRI melaksanakan fungsi sebagai gap filler.  Sasaran yang diharapkan pada operasi ini adalah mampu memelihara dan meningkatkan stabilitas keamanan di wilayah udara nasional serta menegakan hukum dan kedaulatan wilayah udara nasional melalui kegiatan pengamatan udara secara terus menerus.
  • Operasi Hanud Ambalat Tameng Petir.  Operasi ini dilaksanakan di wilayah Kosekhanudnas II Makassar, khususnya wilayah udara perairan Ambalat.  Pelaksana operasinya dan dilaksanakan dengan  pengamatan udara melalui deteksi sasaran, penindakan setiap pelanggaran serta penegakan hukum.  Karena operasi ini, khusus di wilayah udara Ambalat, maka unsur radar yang dilibatkan adalah dari Satrad 223 Balikpapan, Satrad 224 Kwandang dan Satrad 225 Tarakan. Operasi yang juga melibatkan unsur Tempur Sergap, unsur Helly, Intai, Angkutan Udara, Dahanud dan KRI, dilaksanakan sepanjang tahun dengan tujuan penguasaan wilayah udara Ambalat.
  • Operasi Hanud Terkoordinasi Petir Malindo.   Operasi ini dilaksanakan bersama dengan Malaysia untuk menciptakan keamanan di wilayah udara selat Malaka sesuai dengan ketentuan hukum Internasional yang telah diratifikasi.    Kegiatan yang dilaksanakan yaitu pengamatan di wilayah udara Selat Malaka dengan mendeteksi sasaran, handling over and taking over,  penindakan setiap pelanggaran dan penegakan hukum, dan saling bertukar informasi tentang situasi wilayah udara selat Malaka.  Pelaksana operasi ini  Kohanudnas, dengan wilayah Kosekhanudnas I dan Kosekhanudnas II.
  • Operasi Pertahanan Udara Pasif Sarang Petir.  Operasi ini dilaksanakan dengan sosialisasi dan supervisi terhadap obyek-obyek vital nasional yang bersifat strategis serta melaksanakan pembinaan maupun pelatihan dan pengamanan terhadap obyek vital setempat dalam rangka mencegah serta menanggulangi serangan udara. Pelaksana operasi dalah Kohanudnas dan dilaksanakan diseluruh wilayah Kosekhanudnas I,II, III dan IV.  Tujuan operasi ada dua yaitu dimasa  damai untuk menciptakan rasa aman  melalui pembinaan maupun pelatihan ke dalam satuan pengamanan terhadap obyek vital setempat dalam rangka mencegah serta menanggulangi serangan udara. Sedangkan pada masa darurat militer maupun darurat perang untuk mencegah, memperkecil, menanggulangi dan merehabilitasi obyek vital nasional  beserta lingkungannya  akibat serangan udara lawan yang dikoordinasikan oleh aparat teritorial dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya.
  • Operasi Pertahanan Udara Pam VVIP.   Operasi ini dilaksanakan untuk menjamin keselamatan, keamanan dan  kelancaran kegiatan Presiden, Wakil Presiden, tamu negara yang setingkat kepala Negara/kepala pemerintahan beserta keluarganya, baik dalam kegiatan penerbangan maupun kegiatan lainnya.  Operasi ini  juga untuk menjamin keamanan wilayah udara selama kegiatan  VVIP tersebut.   Pelaksana operasi Kohanudnas dan dilaksanakan di seluruh wilayah Kosekhanudnas I, II, III dan IV.   Unsur yang  dilibatkan unsur Tempur Sergap, Helly SAR, Low Speed, Intai,  Angud, Denrudal, Dahanud, KRI, Satkomlek maupun unsur Lanud.

Latihan  Kohanudnas 

    Untuk   mencapai  dan memelihara kesiapsiagaan operasional unsur-unsur dalam rangka penggunaan kekuatan,  menguji unsur-unsurnya secara terencana, bertahap, bertingkat, berlanjut dan terpadu, Kohanudnas melaksanakan latihan-latihan sehingga  terjamin kesiapsiagaan operasi didalam sistem pertahanan udara nasional. Latihan-latihan yang dilaksanakan yaitu :  

1    Latihan Hanud Kilat  (Latihan Kesiapan Perorangan).   Latihan ini untuk menguji kemampuan dan kesiapan  personel penerbang pesawat TS dan personel GCI  secara terkoordinasi serta terintegrasi sehingga terjamin kesiapsiagaan operasi dalam Sistem Pertahanan Udara Nasional. Metode yang digunakan   adalah simulasi dan geladi lapangan.  Kohanudnas bertindak sebagai penyelenggara, pelakunya personel Kosekhanudnas I,II,III, IV dan  dilaksanakan di jajaran Satrad yang mempunyai kemampuan GCI.

2    Latihan Hanud Cakra (Latihan Kesiagaan Satuan).  Latihan ini merupakan latihan kesiapsiagaan unsur Hanud  TNI AU dalam rangka menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.  Latihan ini untuk  menguji doktrin, prosedur dan sistem kodal  Pertahanan Udara sehingga terjamin kesiapsiagaan unsur Hanud TNI AU dalam Sistem Pertahanan Udara Nasional.  Metode latihan yang digunakan adalah simulasi dan geladi lapangan.   Penyelenggara   latihan   :    Kosek Hanudnas I, II, III dan IV.  Di Kosekhanudnas I latihan dengan nama “Cakra A”, Kosekhanudnas II “ Cakra B”,   Kosekhanudnas III  “Cakra C” dan Kosekhanudnas IV ‘”Cakra D”.  Tujuan latihan untuk memberikan penyegaran kepada personel Kosekhanudnas  tentang sistem dan mekanisme operasi Hanud, melatih dan memberikan pengalaman praktis tentang Operasi Hanud, meningkatkan kemampuan Kodal dengan memantapkan system komunikasi dalam K4-1 Hanudnas dan meningkatkan efektifitas taktik dan teknik pengoperasian Sista Hanud di jajaran Kosekhanudnas dan seluruh system yang ada di Posekhanudnas.   Latihan ini melibatkan  nsur-unsur   Hanud   TNI  AU  dan pesawat TS.

3    Latihan Perkasa (Latihan Kesiagaan Antar Satuan).   Latihan ini untuk menguji doktrin, prosedur dan sistem kodal  Pertahanan Udara sehingga terjamin kesiapsiagaan Kosek Hanudnas beserta unsur-unsur Hanud TNI AU, unsur Hanud TNI AD, unsur Hanud TNI AL dan unsur sipil yang berkemampuan Hanud dalam Sistem Pertahanan Udara Nasional.  Tujuannya untuk mewujudkan sistem pengamatan dan penangkalan yang andal terhadap setiap bentuk ancaman kekuatan udara asing di wilayah yuridiksi nasional, menguji kesiapan Kosekhanudnas  beserta unsur operasional dalam jajarannya dalam menghadapi kontijensi di wilayah udara nasional dan mewujudkan sistem penangkalan serta penindakanyang andal di wilayah  tanggung jawab Kosekhanudnas.  Metode yang digunakan  simulasi dan geladi lapangan.  Unsur-unsur yang dilibatkan, Kosekhanudnas I, II, III, dan IV beserta unsur-unsur   Hanud   TNI  AU, Unsur-unsur Hanud TNI AD dan Unsur-unsur TNI AL.

4    Latihan Tutuka (Latihan Kesiagaan Komando).  Latihan ini merupakan latihan puncak Kohanudnas yang melibatkan dua atau tiga Kosekhanudnas.   Latihan ini  dilaksanakan setiap tahun sekali,  memenuhi prinsip bertahap dan berlanjut.   Tujuannya untuk mengukur kemampuan dan kesiagaan Kosekhanudnas dalam pelaksanaan mekanisme operasi Hanud serta kemampuan komando pengendalian dan koordinasi unsur-unsur Hanud dibawahnya, meliputi unsur Radar Militer/Sipil, unsur Tempur Sergap, unsur Dahanud, unsur KRI berkemampuan Hanud, unsur Lanud Operasi dan unsur Hanud Pasif.   Metode latihan yang digunakan yaitu simulasi dan geladi lapangan. 

Latihan Angkasa Yudha (Latihan Kesiapan Antar Komando).  Latihan Angkasa Yudha merupakan akumulasi dari latihan-latihan yang diadakan oleh satuan-satuan, mulai dari latihan perorangan, tingkat satuan Lanud hingga tingkat Kotama Operasi.   Latihan bertujuan       untuk melatih kerjasama antar satuan di jajaran Kotama dan antar Kotama di jajaran TNI AU dan Kohanudnas dalam melaksanakan tugas-tugas operasi udara secara terkoordinasi dan terintegrasi, menguji doktrin, prosedur, taktik dan teknik serta sistem kodal udara berdasarkan jukops TNI AU maupun petunjuk-petunjuk lain yang berhubungan dengan pelaksanaan operasi udara dan sebagai sarana uji coba maupun evaluasi terhadap kemampuan dan kesiapan operasional Kotama TNI AU dan Kohanudnas.

6   Latihan Gabungan TNI.  Latihan ini dilaksanakan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan tempur TNI dengan segala aspek pendukungnya.  Latihan ini dilaksanakan sesuai perintah Komando Atas


Gallery Video
Login User
Galeri Foto
Pusdiklathanudnas merupakan satuan pelaksana pendidikan dan latihan dari Kohanudnas dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan personel organic maupun non organic yang berkedudukan langsung dibawah Panglima Kohanudnas. Pusdiklat Hanudnas bertugas menyelenggarakan pendidikan dan latihan spesialisasi sishanudnas bagi personel organik maupun non organik yang dipersiapkan untuk ... Selengkapnya