Selamat Datang di Website Resmi KOHANUDNAS Labda Prakasa Nirwikara KOHANUDNAS SIAGA SENANTIASA SELAMAT BERTUGAS DAN TETAP SEMANGAT MENJAGA NKRI

“Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa jika memang mau berjuang.”

by Jendral Sudirman

“Kelemahan terbesar kita adalah menyerah. Cara paling pasti untuk dapat meraih kesuksesan adalah dengan selalu mencoba sekali lagi.”

by Thomas A Edison

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

by Panglima TNI Jendral Moeldoko

In order to succeed you must fail, so that you know what not to do the next time. Agar bisa berhasil, terkadang Anda musti gagal dulu, sehingga Anda tahu apa yang tidak boleh dilakukan di waktu berikutnya.

by Anthony J. D’Angelo

Pengunjung Aktif : 39

Pengunjung Hari Ini : 498

KASKOHANUDNAS SALAH SATU NARASUMBER FGD POTENSI KEDIRGANTARAAN 2018
Berita Kohanudnas 02 November 2018

 Kepala Staf Komando Pertahanan Udara Nasional (Kaskohanudnas) Marsma TNI Arif Mustofa, MM., mewakili Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus, S.E. menjadi salah satu narasumber pada Focus Group Discussion(FGD) Potensi Dirgantara (Potdirga) tahun 2018 yang diselenggarakan Staf Teritorial (Ster) Mabes TNI di Gedung Gatot Subroto Denma Mabes TNI, Rabu (31/10).

 

  FGD bertemakan “Optimalisasi Kemampuan Teritorial Apkowil dan Apnonkowil Potensi Dirgantara Dalam Rangka Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Udara Guna Mewujudkan Sinergitas Binter di Wilayah”,  dibuka secara resmi oleh Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit, S.Sos., dengan lima narasumber meliputi Aster Panglima TNI Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit, S.Sos, Kasubdit Angud Kemenhub Hari Budianto, Kaskohanudnas Marsma TNI Arif Mustofa, MM., Kadisfaskonau  Marsma TNI Ir Muchtar Mawardi dan WaaspotdirgaauMarsma TNI Nazirsyah.

 

  Kaskohanudnas Marsma TNI Arif Mustofa, MM., membawakan makalah berjudul “Sishanudnas Dalam Penegakan Kedaulatan Wilayah Udara”. Dijelaskan sebagai salah satu negara besar yang memiliki daratan dan lautan yang luas di dunia, Indonesia juga mempunyai wilayah udara yang sangat luas yang ada di atas wilayah lautan dan daratan. Guna mempertahankan keutuhan dan kedaulatan wilayah udara itu, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempercayakan kepada TNI AU dan Kohanudnas untuk menjaganya.

 

Dalam upaya menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah udara, Kohanudnas memiliki satu sistem berupa Sistem Pertahanan Udara Nasional (Sishanudnas). Sishanudnas diselenggarakan secara terpadu antar berbagai unsur hanud di tanah air guna menangkal ancaman terhadap wilayah udara yuridiksi nasional dengan menganut sistem defence in depth. Selain mempunyai sistem penjagaan wilayah udara, Kohanudnas juga melaksanakan operasi pertahanan udara (hanud) guna menghadapi setiap ancaman yang menggunakan media udara.  Tahapan operasi hanud dilaksanakan secara terstruktur mulai dari deteksi oleh Radar, identifikasi dan penindakan oleh pesawat tempur sergap apabila ada pelanggaran wilayah udara nasional.

 

  Terdapat tujuh jenis pelanggaran pesawat udara yang melintas di wilayah udara nasional yaitu pesawat asing terbang tanpa izin, pesawat sipil Indonesia terbang tanpa flight approval (FA) dan security clereance (SC) , pelanggaran terbang di wilayah terbatas dan dilarang, pelanggaran di wilayah ALKI, mengangkut bahan berbahaya, penerbangan tidak sesuai navigasi dan pelanggaran lintas transit.  “Apabila yang melanggar pesawat asing maka diajukan nota diplomatik, sedangan pesawat sipil Indonesia dikenakan sanksi administrasi dan pesawat sipil asing dikenakan denda administrasi.  Untuk itu, Kohanudnas senantiasa menjalin komunikasi dengan instansi terkait seperti Kemenlu, Kemenhub, Airnav Indonesia, Angkasa Pura, Atase Pertahanan Udara Negara sahabat dan lainnya untuk memonitor wilayah udara sekaligus mencarikan solusi apabila ada pelanggaran wilayah udara nasional,” jelas Marsma TNI Arif Mustofa, MM.     

   FGD yang dipandu Kolonel Pnb Sugiarto Prapto W.,S.Sos., tersebut diisi juga dengan tanya jawab dengan para peserta. Sedangkan peserta FGD merupakan para perwira dari Mabesau, Kotama TNI AU (Kohanudnas, Koopsau I, Koharmatau, Kodiklatau, Korpaskhas) dan satuan TNI AU lainnya.  Menurut Ketua Panitia Kolonel Tek Imam Kuncoro yang merupakan Paban II Ster TNI terdapat sekitar 200 peserta FGD yang menghadiri FGD.  

 

 


Gallery Video
Login User
Galeri Foto
Pusdiklathanudnas merupakan satuan pelaksana pendidikan dan latihan dari Kohanudnas dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan personel organic maupun non organic yang berkedudukan langsung dibawah Panglima Kohanudnas. Pusdiklat Hanudnas bertugas menyelenggarakan pendidikan dan latihan spesialisasi sishanudnas bagi personel organik maupun non organik yang dipersiapkan untuk ... Selengkapnya